Uts ayu lestary metodologi kuantitatif lebaran ketupat

MAKNA LEBARAN KETUPAT BAGI MASYARAKAT SUKU JAWA DI DESA
NAGUR UJUNG, SERDANG BEDAGAI
SUMATERA UTARA
Ayu Lestary
UIN Sumatera Utara
Ayulestaryy17@gmail.com
Nomor Telepon/WA : 085296483223
Abstract
Abstrak
This article examines the culture or
traditions of the Javanese people in the
village of Nagur Ujung Serdang Bedagai,
North Sumatra, in the implementation of
Lebaran Ketupat in this Nagur village with
qualitative research
data
collection
methods, so in this study came from primary
and secondary sources. The primary source
obtained came from an interview with one of
the residents who participated in the
activity. Secondary sources are obtained
from the results of other people’s research
that has become data. The results show that
the Ketupat Lebaran Tradition is trusted by
the Javanese people as part of their proof of
piety to Allah Subhana wa ta’ala by
forgiving each other, forgiving each other,
working together and being a source of
halal sustenance for them as well as uniting
the Javanese community with other tribal
communities in the village of Naur Ujung
and its surroundings, because this tradition
is not solely for the Javanese community but
people of different ethnic groups such as
Malays, Bataks, Banjars and others who are
in the Serdang Bedagai area, North
Sumatra, participate in the festive
atmosphere and the blessings that exist on
this ketupat feast.
Artikel ini mengkaji tentang budaya atau
tradisi Masyarakat Jawa di desa Nagur
Ujung Serdang Bedagai Sumatera Utara,
dalam Pelaksanaan Lebaran Ketupat yang
ada di desa nagur ini dengan Metode
pengumpulan data penelitian kualitatif,
maka dalam penelitian ini berasal dari
sumber primer dan skunder. Sumber primer
yang di dapatkan berasal dari wawancara
kepada salah satu warga yang ikut serta
dalam kegiatan tersebut. Sumber skunder di
dapatkan dari hasil penelitian orang lain
yang sudah menjadi data. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Tradisi Lebaran
Ketupat ini dipercayai oleh masyarakat suku
Jawa sebagai bagian dari bukti ketakwaan
mereka kepata allah subhana wa ta’ala
dengan saling bermaaf maafan satu sama
lainnya, bergotong royong dan menjadi
sumber rezeki halal bagi mereka serta
mempersatukan antara masyarakat suku
Jawa dengan masyarakat suku lainnya yang
ada di desa naur ujung dan sekitanya, karena
tradisi ini bukan semata-mata hanya untuk
masyarakat Jawa tetapi masyarakat yang
berbeda suku seperti melayu, batak, banjar
dan lainnya yang berada di daerah Serdang
Bedagai sumatera utara ikut serta dalam
suasana kemeriahan dan keberkahan yang
ada di hari raya ketupat ini.
Kata Kunci: Lebaran Ketupat, Suku
Jawa, JUSPI
Keywords: Lebaran Ketupat, Javanese,
JUSPI
PENDAHULUAN
Kebudayaan merupakan sesuatu yang kompleks yang mencakup pengetahuan,
kepercayaan, kesenian, moral, adat istiadat serta kemampuan lain dan kebiasaankebiasaan
yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyaraakat.1 Seiring dengan itu,
Koentjaraningrat membagi kebudayaan kedalam tujuh unsur kebudayaan yaitu: 1.Sistem
religi dan upacara keagamaan, 2. Sistem dan organisasi kemasyarakatan, 3.Sistem
pengetahuan, 4.Bahasa, 5.Kesenian, 6.Sistem mata pencaharian, 7.Sistem teknologi dan
peralatan.
Negara Indonesia ini merupakan sebuah negara yang terkenal dengan kekayaannya, baik
berupa
kekayaan alam maupun kekayaan budaya dan keunikan yang dimiliki oleh
penduduknya. Tidak heran jika Indonesia terkenal dengan banyaknya kebudayaan yang
dimiliki, karena Indonesia merupakan negara yang penduduknya terdiri dari berbagai macam
etnis atau lebih dikenal dengan negara multikultural, selain itu kekayaan budayanya pun
didorong oleh kondisi fisik negara Indonesia yang di penuhi oleh pulau, Indonesia juga
merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Selain terkenal sebagai negara kepulauan,
Indonesia pun terkenal dengan jumlah penduduknya yang cukup padat urutan ketiga di dunia.
Kebudayaan yang terdiri dari pola-pola yang nyata maupun yang tersembunyi
mengarahkan perilaku yang dirumuskan dan dicatat oleh manusia dan simbol-simbol yang
menjadi petunjuk
yang tegas bagi kelompok-kelompoknya. Kebudayaan itu sendiri
merupakan kesatuan dari gagasan, simbol-simbol dan nilai-nilai yang mendasari hasil karya
dan perilaku manusia. Perilaku manusia yang berkembang pada suatu masyarakat yang
dilakukan oleh manusia secara terus menerus pada akhirnya menjadi sebuah Tradisi.
Tradisi merupakan suatu kebiasaan secara turun-menurun dalam suatu kelompok
masyarakat. Kemudian tradisi ini merupakan prose yang bisa menolong perkembangan
pribadi suatu kelompok masyarakat dan tradisi ini dapat mengarahkan pergaulan bersama
dalam bermasyarakat.Tradisi menunjukkan bagaimana suatu masyarakat berperilaku, baik
yang bersifat di dunia, hal-hal ghaib dan keagamaan, salah satunya ialah lebaran ketupat.
Lebaran ketupat merupakan suatu tradisi yang dilaksanakan oleh sebagian masyarakat
yang berhubungan dengan keagamaan hari besar islam, karena tradisi lebaran ketupat sendiri
merupakan warisan budaya suatu masyarkat dari zaman dahulu dan masih di teruskan sampai
saat ini.
1
Koenjaraningrat dkk., Manusia dan Kebudayaan di Indonesia, (Jakarta: Djambatan, 2004), h. 239.
METODE PENELITIAN
Jenis metode yang dipakai ialah metode pengumpulan data penelitian kualitatif, maka
dalam penelitian ini berasal dari sumber primer dan skunder. Sumber primer yang di
dapatkan berasal dari wawancara kepada salah satu warga yang ikut serta dalam kegiatan
tersebut. Sumber skunder di dapatkan dari hasil penelitian orang lain yang sudah menjadi
data.
PEMBAHASAN
1. Sejarah Tradisi Lebaran Ketupat
Secara bahasa tradisi disebut traditio yang berarti dilanjutkan atau kebiasaan, secara
sederhananya ialah suatu yang sudah dilaksanakan sejak usang dan merupakan bagian dari
kehidupan suatu kelompok masyarakat dan biasanya berasal dari suatu negara, kebudayaan,
waktu, atau agama yang sama.
Secara istilah kata tradisi memiliki arti suatu pemahaman yang tidak terlihat mengenai
adanya ketersinambungan antara masa dahulu dengan masa sekarang. Tradisi sendiri
mengarah pada sesuatu yang telah menjadi peninggalan pada zaman dahulu yang nyata dan
memiliki fungsi di masa sekarang.( Rodliyah, 2010 )
Tradisi merupakan suatu kebiasaan secara turun-menurun dalam suatu kelompok
masyarakat. Kemudian tradisi ini merupakan proses yang bisa menolong perkembangan
pribadi suatu kelompok masyarakat dan tradisi ini dapat mengarahkan pergaulan bersama
dalam bermasyarakat. Tradisi menunjukkan bagaimana suatu masyarakat berperilaku, baik
yang bersifat duniawi, hal-hal ghaib dan keagamaan.( Johanes, 1994)
Pada masa sekarang masih banyak tradisi yang masih dijalankan oleh turun-temurun dari
nenek moyang hingga ke anak cucu pada sekelompok masyarakat. Begitu juga yang terjadi di
desa nagur ujung kecamatan tanjung beringin kabupaten serdang bedagai yang masih
melanjutkan suatu tradisi yang telah di berikan oleh nenek moyang mereka yaitu tradisi
kupatan.
Tradisi kupatan menurut sejarah telah berlangsung sejak abad ke-15 di kerajaan islam
demak bintoro, yang mana saat itu dipimpin oleh Raden Patah. Kesultanan demak mendirikan
politiknya bersamaan dengan beliau menyiarkan agama islam dengan dukungan dari
walisongo diantaranya ialah sunan kalijaga.
Lebaran ketupat atau kupatan merupakan sebuah tradisi yang mana tradisi ini
memperingati hari raya idul fitri yang biasanya di laksanakan tujuh hari setelah lebaran idul
fitri tepatnya pada tanggal 7 syawal dan biasanya lebaran ini umumnya di buat oleh
masyarakat suku jawa.
Ketupat merupakan makanan khas yang terbuat dari beras dari padi dan beras ketan yang
biasnya orang menyebutnya dengan kata pulut, ketupat ini di buat dengan daun bonggol
batang kelapa atau janur kemudian di anyam menjadi bentuk persegi empat lalu di isi dengan
beras atau pulut kemudian di rebus hingga matang, namun dalam pemaskan ketupat dan pulut
berbeda karena kalau ketupat beras hanya di isi beras kemudian di rebus sedangkan dalam
pemasakan ketupat pulut di rebus dengan santan ( air perasan kelapa yang sudah dikkukur). (
Yani, 2022 )
2. Makna Lebaran Ketupat Bagi Masyarakat Jawa Desa Nagur Ujung Serdang
Bedagai.
Kupatan adalah suatu bentuk budaya leluhur yang sampai saat ini terus dilanjutkan oleh
masyarakat desa nagur ujung kabupaten serdang bedagai. Pada dasarnya pelaksaan tradisi
kupatan adalah semata-mata melestarikan suatu budaya leluhur karena dalam pelaksanannya
berdampak positif dalam kehidupan masyarakat suku jawa di desa nagur ujung kabupaten
serdang bedagai.
Masyarakat desa nagur ujung terdiri dari beberapa organisasi masyarakat diantaranya
nahdatul ulama (NU), muhammadiyah dan front pembela islam (FPI), dari ketiganya
organisasi islam tersebut hanya dari kalangan nahdatul ulama yang aktif dalam melaksanakan
tradisi kupatan dan kupatan ini biasanya sebahagian besar dilakukan oleh masyarakat yang
bersuku jawa yang ada di desa nagur ujung. Kupatan ini biasanya dilakukan oleh masyarakat
desa nagur ujung tujuh hari setelah dilaksanakannya lebaran idul fitri.
Adapun beberapa bagian atau aspek dalam makna tradisi lebaran ketupat bagi masyarakat
desa nagur ujung diantaranya :
1. Aspek spiritual
a. Saling memaafkan
Makna saling memaafkan ini di ambil dari kata kupat dalam bahasa jawa yang
mana kupata ini diartikan sebagai ngaku lepat atau mengakui suatu kesalahan dan
biasnya masyarakat desa nagur melakasanakannya dengan cara datang kerumah
ketangga sekitar dan memberikan hasil ketupat yang telah mereka masak kemudian
melakukan sungkeman dan saling meminta maaf.
b. Memberikan keberkahan
Memberikan suatu keberkahan ini diambil dari kata janur yang merupakan
kepanjangan dari ja’a Nur yang diartikan sebagai “telah datang seberkas cahaya
terang” yang mana filosofi dari janur ini bahwa manusia membutuhkan cahaya dari
saqng penciptanya untuk membimbing mereka kepada jalan yang lurus.
2. Aspek sosial
Masyarakat desa nagur dalam melaksanakan pembuatan ketupat dengan janur atau
pucuk daun kelapa, biasanya mereka melakukannya dengan bergotong royong dan
membagi tugas dalam pembuatan ketupat ini, ada bagian yang mencari janur dan
bahan lainnya seperti pulut, beras, kelapa, ada bagian penganyaman, ada bagian
pengisian beras atau beras ketan (pulut), ada bagian memasak dan lainnya.
3. Aspek ekonomi
Dalam pelaksanaan lebaran ketupat ini memberikan peluang bagi msyarakat nagur
dalam menambah perekonomian mereka yaitu dengan menjual janur (pelepah pucuk
kelapa) yang belum di anyam dan yang sudah di anyam di bawa ke pasar yang ada di
daerah mereka atau menjualnya di di pinggir jalan depan rumah mereka, mereka
melakukan hal tersebut karena mereka paham bahwa tidak semua bisa mengayam
janur untuk membuat ketupat dan tujuan mereka yaitu agar masyarakat di desa lain
juga bisa melaksanakan lebaran ketupat. ( Jannah, 2022 )
KESIMPULAN
Tradisi merupakan suatu kebiasaan secara turun-menurun dalam suatu kelompok
masyarakat. Kemudian tradisi ini merupakan prose yang bisa menolong perkembangan
pribadi suatu kelompok masyarakat dan tradisi ini dapat mengarahkan pergaulan bersama
dalam bermasyarakat.Tradisi menunjukkan bagaimana suatu masyarakat berperilaku, baik
yang bersifat duniawi, hal-hal ghaib dan keagamaan
Kupatan adalah suatu bentuk budaya leluhur yang sampai saat ini terus dilanjutkan oleh
masyarakat desa nagur ujung kabupaten serdang bedagai. Pada dasarnya pelaksaan tradisi
kupatan adalah semata-mata melestarikan suatu budaya leluhur karena dalam pelaksanannya
berdampak positif dalam kehidupan masyarakat suku jawa di desa nagur ujung kabupaten
serdang bedagai.
Ketupat merupakan makanan khas yang terbuat dari beras dari padi dan beras ketan yang
biasnya orang menyebutnya dengan kata pulut, ketupat ini di buat dengan daun bonggol
batang kelapa atau janur kemudian di anyam menjadi bentuk persegi empat lalu di isi dengan
beras atau pulut kemudian di rebus hingga matang, namun dalam pemaskan ketupat dan pulut
berbeda karena kalau ketupat beras hanya di isi beras kemudian di rebus sedangkan dalam
pemasakan ketupat pulut di rebus dengan santan ( air perasan kelapa yang sudah dikkukur).
SARAN
Saya sadari bahwa dalam penulisan artikel ini masih banyak kesalahan dalam penulisan, kata
serta bahasa, maka dari itu saya sebagai penulis meminta saran dan kritik kepada para
pembaca untuk menjadikan motivasi saya kedepannya dalam penulisan artikel yang akan
datang.
DAFTAR PUSTAKA
Yani Idari, Wawancara Pada 7 Mei 2022 Pukul 11.00
Nur Jannah Siti, Wawancara Pada 8 Mei 2022 Pukul 14.00
Rodliyah Siti.2010 Pandangan Masyarakat Terhadap Tradisi Nglangkahi Pasangan Sapi
Dalam Prosesi Perkawinan Di Desa Kepuh Kecamatan Papar Kebupaten Kediri.
Skripsi : UIN Malang.
Mardimin Johanes. 1994, Jangan Tangisi Tradisi, Yogyakarta: Kanisius

Calculate the price
Make an order in advance and get the best price
Pages (550 words)
$0.00
*Price with a welcome 15% discount applied.
Pro tip: If you want to save more money and pay the lowest price, you need to set a more extended deadline.
We know how difficult it is to be a student these days. That's why our prices are one of the most affordable on the market, and there are no hidden fees.

Instead, we offer bonuses, discounts, and free services to make your experience outstanding.
How it works
Receive a 100% original paper that will pass Turnitin from a top essay writing service
step 1
Upload your instructions
Fill out the order form and provide paper details. You can even attach screenshots or add additional instructions later. If something is not clear or missing, the writer will contact you for clarification.
Pro service tips
How to get the most out of your experience with StudyAcademia.com
One writer throughout the entire course
If you like the writer, you can hire them again. Just copy & paste their ID on the order form ("Preferred Writer's ID" field). This way, your vocabulary will be uniform, and the writer will be aware of your needs.
The same paper from different writers
You can order essay or any other work from two different writers to choose the best one or give another version to a friend. This can be done through the add-on "Same paper from another writer."
Copy of sources used by the writer
Our college essay writers work with ScienceDirect and other databases. They can send you articles or materials used in PDF or through screenshots. Just tick the "Copy of sources" field on the order form.
Testimonials
See why 20k+ students have chosen us as their sole writing assistance provider
Check out the latest reviews and opinions submitted by real customers worldwide and make an informed decision.
11,595
Customer reviews in total
96%
Current satisfaction rate
3 pages
Average paper length
37%
Customers referred by a friend
OUR GIFT TO YOU
15% OFF your first order
Use a coupon FIRST15 and enjoy expert help with any task at the most affordable price.
Claim my 15% OFF Order in Chat